Buku Kami

Perundungan hampir selalu meninggalkan trauma. Perbuatan kurang pantas yang dilakukan seseorang terhadap orang lain, mulai dari hinaan, kritik pedas, sikap tidak bersahabat, hingga kekerasan fisik dan ancaman, tentu menimbulkan luka batin yang sangat memengaruhi psikis korban. Tidak tanggung-tanggung, pengaruh itu berlangsung mulai saat kejadian hingga setelahnya, bahkan melekat dan tanpa sadar telah memengaruhi sikap dan perilaku korban perundungan. Mereka menjadi seperti kehilangan jati diri, dan itu berpengaruh pada apa pun yang ingin mereka capai di masa depan.
Mirisnya, kebanyakan pelaku perundungan justru berasal dari lingkungan terdekat para korban. Perundungan dari siapa pun dan dalam bentuk apa pun, tidak pernah menjadi sesuatu yang bisa dibenarkan. Luka yang tertinggal kadang menjadi terlalu sulit untuk disembuhkan.
Bagi korban perundungan, tidak mudah untuk berdamai dengan masa-masa yang menyakitkan itu. Namun, untuk meraih kembali jati dirinya, perlu sikap menyadari dan menerima luka itu sebagai bagian dari takdir-Nya. Memaafkan adalah kunci dari meraih kembali jati diri yang bermuara pada kebahagiaan. Meskipun memaafkan bukanlah hal yang mudah, tetapi bukanlah hal yang mustahil.
Buku ini berisi rangkaian perjalanan yang ditulis oleh masing-masing pemiliknya. Delapan perjalanan panjang yang melalui berbagai kepedihan. Meskipun demikian, pada akhirnya terang itu datang dari celah-celah pemaafan.
Pemesanan sila menghubungi para penulisnya:
Septi Ambar
wa.me/6289531066051
Vega
wa.me/6281228236834
Rila
wa.me/6287851880196
Icha
wa.me/6282138770500
Endang
wa.me/6285857343768
DianRa
wa.me/6281904162616
Rita
wa.me/6287825540573
Lovy
wa.me/6287838428055
Stop Bullying!
What’s Wrong with Me?
Blurb:
“Maafin aku, ya, Ning. Setahun ini, aku tidak baik memperlakukanmu,” ucapnya lirih.
Hatiku berdegup, antara sakit mengingat perlakuannya dan keinginan untuk memaafkan semua.
Septi Ambarwati, M.Pd.Si (Founder Komunitas Ibu Peduli Bullying ) — Balas Dendam Terbaik
❤️❤️
Dia berhasil! Lilin padam dalam sekali tiupan seiring semburan ludah yang muncrat dari mulutnya.
Sorak-sorai memenuhi ruangan. Itulah kali pertama kulihat binar kebanggaan tak tertandingi di mata Ayah dan Ibu. Kali pertama pula kudengar kalimat beracun yang menghantuiku seumur hidup, “Hanif, kamu dikalahin Rosyid.”
Ellis E. Ramadian — Tak Cukup Sempurna Bagimu
Para penulis:
Septi Ambarwati, M.Pd. Si. Septi Ambar – Ellis E. Ramadian – Firman Fadilah – Cattleya –
Ash Yanti – Della Mafada Nyimas Rara Santang – Hertiya – Octavianti YN –
Ningsih Purwa – Anaphalis Javanica – D. Naveen Boezank Jr. – Zoe Zoe – Indarwati – Innama Noor –
Deenosa – Suci Komala – Dewi Utamimah – Ranti Imanti –
Nurul Aviah – Adzikya Queena – Novica Ayu – Sricky Kiruners –
MS M S Subuh – Rahma Candra – Ziva Lia – Syifa Alfiyatunnisa –
Sutizoe – Siti Khalifah Balonk – Rachma Nurlela – Anna EL Djati –Retma N–
Meliana Aryuni Meli Ummu Ilma Irham – Mahyra Senja – Puput Gunawan – Nilam Manahu – Thena Yuan
Menelusuri Jejak Cerita Bullying
Karya : Septi Ambarwati IDR 75ribu (masa PO)
Ber-ISBN
Wa. 089531066051 🌹 (Keuntungan dari penjualan buku untuk mengisi Kas komunitas)🌹
Paradigma masyarakat yang masih menganggap bahwa kasus bullying adalah sebatas kenakalan anak biasa dan wajar harus mulai di rubah. Bullying adalah tindakan negatif yang berdampak luas jika tidak segera mendapatkan penanganan yang serius.
Trauma akibat bullying tidak hanya dirasakan oleh korban, tetapi juga pelaku dan saksi mata. Untuk itu, upaya paling tepat mencegahnya adalah dengan menciptakan lingkungan yang baik dan positif, dengan dimulai dari diri sendiri.
Buku ini menyajikan beberapa cerita nyata bullying yang terekam dari perjalanan Komunitas Ibu Peduli Bullying dalam bergerak pada setiap kesempatan.