Di era ketika teknologi berkembang begitu cepat, dunia digital telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari kita. Mulai dari belajar, bekerja, hingga bersosialisasi, hampir semuanya dilakukan secara online. Namun, di balik kemudahan dan manfaat besar yang diberikan internet, hadir pula tantangan baru yang perlu kita waspadai: penyimpangan digital.
Fenomena ini menjadi salah satu tema kajian yang dibahas di Teras Dakwah bersama TIM SAPA CERITA, yaitu Septi Ambarwati, S.Si., S.Psi., M.Pd.Si dan dr. Rinaldi Tri Frisianto, Sp.An. Mereka memaparkan bagaimana perilaku penyimpangan digital semakin marak dan sering tidak disadari, baik oleh pelaku maupun korbannya.
Apa yang dimaksud dengan penyimpangan digital?
Secara sederhana, penyimpangan digital adalah segala bentuk perilaku menyimpang yang dilakukan melalui media digital atau internet. Tindakan ini bisa melanggar etika, norma sosial, hingga hukum. Sayangnya, perkembangan teknologi yang begitu cepat tidak diimbangi dengan literasi digital yang memadai, sehingga banyak orang tidak memahami batasan berperilaku di dunia maya.
Ada beberapa faktor yang membuat perilaku ini semakin meningkat. Salah satunya adalah sifat anonim di internet, yang membuat orang merasa aman untuk melakukan sesuatu tanpa takut diketahui identitasnya. Selain itu, akses teknologi yang semakin mudah dan murah membuat siapapun bisa terhubung ke internet tanpa pengawasan yang cukup.
Bentuk-bentuk penyimpangan digital
Dalam kajian tersebut, narasumber menjelaskan beragam bentuk penyimpangan digital yang sering ditemukan, seperti:
cyberbullying
ujaran kebencian
penyebaran berita hoax
penipuan digital
eksploitasi digital
adiksi media sosial
pelanggaran privasi
Jika diperhatikan, sebagian besar aktivitas tersebut mungkin pernah muncul di beranda media sosial kita. Bahkan tanpa disadari, sebagian orang bisa menjadi pelaku karena kurangnya pemahaman mengenai etika digital.
Mengapa ini penting?
Penyimpangan digital bukan hanya berdampak pada individu, tetapi juga masyarakat luas. Dampaknya bisa memicu perpecahan sosial, stres mental, kerugian finansial, hingga mengganggu perkembangan karakter generasi muda. Karena itulah, pemahaman mengenai literasi digital menjadi langkah penting dalam menghadapi era modern yang semakin terhubung ini.
Kajian ini memberi gambaran jelas bahwa meskipun teknologi membawa manfaat besar, tetap diperlukan kesadaran, kontrol diri, serta edukasi agar kita mampu memanfaatkan internet secara bijak. Dengan pemahaman yang tepat, kita bisa mengurangi penyimpangan digital dan menjadikan ruang digital sebagai lingkungan yang sehat, aman, dan bermanfaat bagi semua.




Leave a Reply